12/25/2012

Perahu Kertas


Saat itu hujan turun dengan derasnya. Mengusir panas yang sebelumnya merajai. Aku masih saja menyukai hujan, tapi entah kenapa tidak dengan yang ini. Kali ini terasa menyakitkan; sekali lagi, tanpa sebab. Yang aku suka pada hujan kali ini, kamu ada disini tanpa diminta. Bolehkah aku bersikap tenang ketika aku bisa melihat setiap aktivitasmu?

Aku masih saja mampu, seperti biasanya menyembunyikan semuanya dalam balutan keceriaan bersama sahabat-sahabatku, termasuk kamu. Kalian yang paling bisa menghalau semua masalahku sejenak. Dengan kehebatan kalian masing-masing, aku bangga bisa ada di dalam lingkaran persahabatan ini.


Hujan semakin saja liar, menyertakan gemuruh petir yang tak pernah kusukai. Tempat kita banjir, Sahabat. Kita memang sama-sama menyukai hujan, dan segala hipnotis yang dibawanya. Kita yang sampai sore itu masih memakai seragam sekolah bermain air sepuasnya layaknya anak kecil. Kita pandai memanfaatkan waktu untuk menepikan masalah. Salah satu dari kita mengajak membuat perahu kertas yang di dalamnya berisikan permohonan kita, sebelum dilepas mengikuti aliran air hujan yang entah akan membawanya kemana. Aku, yang saat itu lupa membuat origami perahu dengan bodohnya justru menantang kalian. Padahal kalianlah yang paling ahli melipat kertas menjadi sebuah perahu. Aku masih saja berkutat dengan selembar kertas itu di saat yang lain sudah bergerak menuju suatu tempat pilihan masing-masing, untuk menghanyutkan perahunya. Aku memang sengaja tak meminta bantuan, tapi kamu datang. Dengan membawa selembar kertas baru kamu berkata, "kalo nggak bisa bikin bilang dong. Kamu tulis permohonanmu disini, nanti aku aja yang bikin perahunya". Aku tak menjawab. Ku tulis semua keinginanku. Kamu masih sama, tidak sabar menungguku. Ngomong-ngomong, perahu buatanmu bagus :)

Perahuku masih saja kamu pegang. Kamu mengajakku memilih tempat di antara luasnya sekolah kita. Lorong sisi utara, ya. Kamu menyetujuinya. Kamu terdiam sejenak, tenggelam dalam gemericik air. Aku tidak bertanya apa yang kamu lakukan. Aku mengikuti diammu, memohon kepada Tuhan agar kamu bisa tetap disini sampai kapanpun. Saat aku membuka mata, ternyata kamu sudah berjongkok memainkan air apa adanya. Kamu bertanya padaku, "berdoa ya?". Aku mengangguk ketika kamu lengah. "Kamu minta apa? Kok sambil merem gitu?". Pertanyaanmu membuatku geli. "Rahasia. Biar lebih khusyuk", jawabku. Kita terhanyut dalam percakapan yang entah bertopik apa.
 Absurd. Tapi aku suka. Kamu masih saja menyenangkan seperti saat kita berbincang-bincang pertama kali.

Kamu melarangku ketika aku meminta perahuku kulepas sendiri saja, di tempat yang berbeda denganmu. "Ngapain sendiri-sendiri kalo akhirnya ntar ketemu lagi?", katamu. Aku yang merasakan lamunanku semakin jauh tak terarah, lantas mencubit lengan sendiri agar tersadar. Entah kenapa ini sudah kesekian kalinya aku bertindak konyol di dekatmu. "Udah, disini aja, barengan aja", katamu lagi. Aku menghela nafas, memutuskan mengikuti apa katamu, karena aku masih percaya terhadapmu. Aku yang terduduk di sampingmu mulai berbicara banyak, tentang hujan, tentang dua perahu yang ada di tanganmu, tentang kenapa-perahu-sulit-melawan-arus air, dan tentang bagaimana-kita-di-sore-itu. Ternyata aku menitikkan air mata. Suaraku semakin serak, dan tiba-tiba kamu menanggapi, "Cerita aja nggak papa, tapi nggak usah nangis ya". Aku tak pernah suka kamu menenangkanku dengan nada mengejek seperti itu. "Cerita apa? Emang siapa yang nangis?", jawabku dengan ketus. Kita masih saja seperti dulu, kalau kata orang Jawa
 atos-atosan.

Hari itu semakin sore sedangkan kamu belum melepas perahu kita. Tiba-tiba kita dikejutkan oleh yang lain, "Ciyee, berduaan aja nih! Setannya dimana ya?". Mereka tetap mengejek kita. Tapi entah kenapa saat itu kita berdua hanya bisa membalas dengan senyuman. Dan mereka justru mengartikannya sebagai jawaban "Iya sengaja berduaan kok" yang terbungkus rapi dalam sebuah lengkungan bibir. Oh, Tuhan kapan sahabat-sahabatku berhenti mengejek?

Di dalam hujan yang masih deras, kita melepas perahu kita. Tentu mereka bersama kita. Kamu mengomando detik-detik penghanyutan perahu kita. Oke, satu kali lagi ketidakberuntungan menyapaku. Perahuku nyangkut di bebatuan. Kamu mencegahku mengambilnya. Kamu membiarkan celanamu yang tadinya hampir kering, kembali basah. Kamu mengembalikan perahuku ke jalur yang semestinya. Sosokmu berubah di sore itu. Kamu kembali membuatku terdiam dengan kata-katamu yang disertai senyuman, "Yang nyangkut cuma perahunya kok, pasti doa-doamu enggak".


Kita bersama-sama kembali ke lokasi yang dilanda banjir itu, masih saja bermain-main. Tapi kali ini kita juga membersihkannya. Kita mengambil serok dan alat pel dan membuang air ke bagian samping. Air yang menggenang setinggi mata kaki. Cukup lama jika hanya dibersihkan menggunakan alat-alat seperti itu. Tapi, satu-satunya yang membuat kita betah; kebersamaan.



              Aku selalu merindukan kalian, Sahabat Super 

12/22/2012

Aku, Sang Pembaharu [Re-Post]

Tulisan ini diambil dari sini :)

Kali ini, aku mencoba menceritakan sejarah yang dulu pernah terjadi. Mungkin, si 'Aku' dalam puisi di bawah ini pun sudah melupakan apa yang dulu pernah dialaminya, apa yang dulu pernah diperjuangkannya. Atau justru kini bersedih hati karena melihat adik-adik penerus perjuangannya telah melupakan nilai-nilai yang dulu diusahakannya. Aku, sebagai penulis, tak bermaksud untuk mengungkit-ungkit sejarah dan bertindak sia-sia. Hanya mencoba mengingatkan kembali bagi generasi masa kini, apa yang dulu pernah terjadi, dan nilai-nilai apa yang seharusnya 'everlasting', namun justru mulai ditinggalkan masa kini.


Mari sejenak kembali ke SMA 1 di penghujung dasawarsa '80-an

***********************************************************************

Aku wanita
Hanya seorang wanita biasa
Yang mencoba
Melakukan apa yang aku bisa
Melaksanakan apa yang diperintahkanNya

"Dan Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara farji-nya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan (aurat) nya kepada suami mereka...."
An Nur 31, al ayat

Perintah itu sangat sederhana bagiku
Apa yang aku yakini saat ini
Itulah yang akan segera aku lakukan kini
Aku sedikit tak peduli
Mungkin benar-benar tak peduli
Dengan apa yang akan terjadi nanti

Aku coba menggunakan tudung suci
Ku mulai menyempurnakan penutup syar'i
Hijab yang menjaga perhiasan titipan Illahi
Hijab yang semoga 'kan menjaga iman dalam hati

Aku bukan wanita sempurna
Aku juga manusia biasa
Akrab dengan Dosa, Lupa
Namun, bukan berarti itu membuatku berhenti
Berhenti berarti mati
Aku belajar kini
Belajar memahami apa yang telah aku yakini
Islam, risalah suci

Lalu,
Kau pikir aku 'kan mendapat pujian dengan pilihanku
Kau pikir aku 'kan jadi terkenal dengan jilbabku
Kau pikir aku kan dijunjung tinggi, dihormati, dan disegani dengan keputusanku?

Tidak, Allah memilihkan kemuliaan yang lebih baik bagiku

Ada cacian
Ada makian
Ada umpatan
Ada pemaksaan
Mereka mencoba menghentikanku di tengah jalan

Pintu SMA, mereka telah menungguku
Membawa tongkat kayu
Bersiap untuk memaksaku
Melepas Kerudung suciku

Pintu kelas, mereka menantiku
"Keluar dari sini, atau lepas kain tak wajarmu!"
bentak mereka padaku

Dan laci-laci kelasku
Tas-tas sekolahku
Menjadi saksi bisu perjuanganku
Di sanalah aku menyimpan kainMu
Demi memenuhi perintahMu

Aku sendiri
Di awal tahun pertama
Aku mencoba

Allah sangat Adil bagiku
Allah sayang padaku
Percayalah
Dia Yang Mahatahu
Dia Yang Mendengar doa-doaku

Jangan kau tanya bukti
Itu telah jelas terjadi
Generasi setelahku
Telah tumbuh bunga-bunga perjuanganku
Yang telah menghasilkan buah keanggunan sekolahku
Satu
Satu demi satu kain itu
Mencoba membuat syar'i wanita-wanita itu

Jangan kau tanya bukti
Itu telah jelas terjadi
Berpuluh tahun setelah aku
Kain putih menghiasi sekolahku
Kain suci yang kuperjuangkan dulu

Kini, aku tak tahu lagi bagaimana generasi ini
Aku tak terlalu peduli
Kalian mencelaku aku atau memuji
Yang tak bisa kalian pungkiri
Aku terlanjur mengawalinya dulu
Akulah sang Pembaharu

***********************************************************************

Ditulis untuk mengenang perjuangan Akhwat pertama yang berjilbab di SMA 1.

Aku tidak tahu pastinya tanggal berapa itu terjadi. Dalam tulisan yang pernah aku baca, hanya disebutkan "Sebelum tahun 1990". Saat itu identitas keagamaan tidak diperkenankan dipakai di sekolah, termasuk jilbab. Larangan ini resmi dari pemerintah kala itu. Dalam tulisan yang aku baca, diterangkan bahwa si "Aku" setiap harinya diperiksa di gerbang depan sekolah. Pihak sekolah telah menunggunya dan memaksanya untuk mencopot kerudungnya. Karena itu dia terpaksa menyimpan kerudungnya di dalam tas sekolah. Di dalam kelas, ada beberapa guru yang mengizinkannya untuk memakai kerudung. Jika tidak, maka ia akan menyimpan kerudungnya di dalam laci meja siswa.

Sampai akhirnya keluarlah Surat Keputusan Menteri Agama no 100 tahun 1990 tentang diperbolehkannya pemakaian pakaian khusus di sekolah. Saat itulah jilbab, rok, dan baju lengan panjang diperbolehkan. SK itu keluar setelah salah seorang guru Agama Islam SMA 1 mengajukan surat permohonan dengan datang ke Jakarta langsung.

Aku sadar ada data-data yang tidak dapat aku pertanggungjawabkan sumbernya. Aku hanya mencoba menceritakan apa yang aku baca, apa yang pernah diceritakan padaku.

Bersyukurlah saudaraku, betapa perjuangan yang kita alami saat ini tidak lebih berat dari apa yang dulu pernah terjadi. Dengan demikian kuakhiri tulisan kali ini. Semoga bermanfaat.

Aku, Sang Pembaharu

12/19/2012

Picture about Russia....me miss ya, Yana Revanov :'(

As I already told u, Miss. Russia is colorful :-)





Red Square And Kremlin Moscow Russia














Teladan; Lain di Luar, Lain di Dalam :)


Sebagai murid yang baru bisa lihat Teladan dari dalem selama kira-kira 5 bulan ini dan udah bisa liat Teladan dari luar selama bertahun-tahun, aku mulai ngerasain ternyata kultur Teladan mayoritas ngga sama kayak apa yang masyarakat bilang. Pasti ada kan yang pernah denger kalo Teladan itu anak-anaknya cupu, ngga gaul, ekstrim banget sama Islam, jaga hijab banget, ngga punya kegiatan eksternal, ini lah itu lah. Percaya ngga kalo hampir semua dari rumor itu salah? :)

Kalo ngebahas tentang murid-muridnya yang cupu dan ngga gaul sebenernya di setiap sekolah ada kan?

Se-famous apapun sekolahmu, apa kamu yakin disitu ngga ada anak cupu satupun?
Teladan juga kayak gitu, kawan. Mungkin karena kebanyakan anak Teladan (lebih) kalem dan ngga neko-neko daripada anak-anak sekolah lain, makanya terus dicap cupu dan ngga gaul. Kalo ngga percaya, coba yuk main ke Teladan secara rutin beberapa hari dan kenali auranya. Emang sih, suasananya Teladan sama sekolah lain beda banget. Apalagi kalo diliat dari faktor bangunannya. Teladan punya 1 gedung induk berlantai 3. Lantai 1 buat kelas XII, lantai 2 buat kelas XI, dan lantai 3 buat kelas X. Walaupun ada 4 kelas yang terpisah, tapi bisa ngebayangin kan betapa umpek-umpekan andaikata penghuni gedung induk keluar kelas serempak? Nah ini, dari fisik aja udah beda banget. Dan kalian nyadar ngga, kalo gedung induknya Teladan tuh kembar sama JNM yang ada di timurnya itu tuuuh...
Di Teladan tetep ada kok anak-anak socialita, suka pake sesuatu yang norak atau apalah. Tapi sebisa mungkin dari kami meminimalisir itu semua. Sejak kami MOS, 6S sudah membahana di sudut sekolah ini. Kelima unsur udah biasa sih, tapi ada satu hal yang bikin Teladan itu...ngga suka hura-hura. Kami ini SEDERHANA~ *maaf kalo warna tulisannya ngga bisa sederhana, ini beda konteks*
Kalo pas pelajaran, Teladan itu lebih sepi, adem dan menenangkan. Apalagi kalo pas hujan. Waaaah, it's a perfect place to re-play your memory :'D #outofthetopic

Kalo ngebahas tentang Islamnya yang ekstrim, hmmm...introspeksi dulu yuk.

Bukannya Islam yang murni itu emang susah banget dijalani di era globalisasi kayak sekarang ini ya? Teladan itu bukan meng-ekstrim-kan agama Islam dan me-nomor dua-kan agama lain. Ngga kayak gitu, dan jangan pernah berfikiran kayak gitu. Teladan justru pengen bikin murid-muridnya taat beragama. Ngga ada sejarahnya kan semakin banyak umur kita, semakin dewasa kita, semakin banyak pengalaman malah tambah jelek agamanya? Coba kita liat gimana Islam di sekeliling kita sekarang ini. Sebenernya Islam kan emang agama yang suci, dan yang dianut oleh orang-orang suci. Dan mungkin nih yaaa....sekarang situasinya udah beda 180 derajat. Bisa jadi Islam yang bener-bener Islam malah dianggap berbahaya ataupun dibilang ekstrim. Dan Islam yang bener-bener hancur malah dianggap "harusnya kan ya kayak gini, ngga perlu yang over gitulah." Hayooo... :) Percaya deh, Teladan bukan fanatik Islam. Tapi Teladan ngajarin kita, nunjukin ke kita gimana sih Islam itu?

Kalo ngebahas tentang hijab antara cewek cowok, sebenernya ini emang perlu dilakuin. Walaupun aku sendiri belum bisa. Rasanya masih gimana gitu kalo mau salaman sama temen cowok atau bapak guru harus menangkupkan kedua telapak tangan dan ada radius sekian puluh senti. Kebiasaan yang sulit, tapi buat ke depannya yang lebih baik, harus dilatih deh. Hijab ala beberapa murid beda sama hijab ala Rohis. Aku sebagai murid yang ngga termasuk rohis ya biasa-biasa aja sih kalo mau deketan sama lawan jenis. Asal itu ngga keterlaluan dan membahayakan sih fine-fine aja. Oh iya, di Teladan emang ngga boleh boncengan cewek-cowok yang bukan mahramnya. Mau nganggep ini alay? Ga papa kok. Kan biar ngga ada setan yang bisa ngganggu selama di atas motor :)


Tentang kegiatan eksternal ya....

Jujur, emang kami sampe sekarang ini masih terus ngadain event ekstern yang bisa bikin kesan Teladan berubah jadi lebih baik lagi di mata masyarakat. Kalo mau tau event-eventnya Teladan sih sebenernya buanyaaaak abis, tapi sayangnya internal semua. Dari pelajaran lah, sienom lah, ekskul lah, organisasi, bla bla bla itu aslinya udah bisa banget bikin murid-muridnya kewer. Sejauh ini event eksternalnya udah mulai nambah. Semua kan butuh proses :D dan kami masih harus belajar banyak tentang gimana menarik peminat di event ekstern itu. Sekali lagi, semua butuh proses. Semua yang indah-indah itu juga udah diletakin sama Allah kok di titik mana aja.

Ini lah, itu lah nya mungkin bisa dibahas di lain waktu hehehe.

Amanatnya, don't judge a book by it's cover. Salam semangat! ^•ᴥ•^

12/05/2012

Seutas Kita


MEMOIR

Ketika rindu yang sepihak menjadi alasan membenci malam
Kiasan demi kiasan tak segera disampaikan angin
Isyarat yang terpendam, melampaui batas logika
Rasa kecewa mendominasi ketakutan
Kebisuan ini menyayat. Sadarkah?

Aku menjadi aku, kau menjadi kau
Kemanapun kakiku menapak, skakmat; pindah!
Kita dirajai egois, dikuasai gengsi

Kemana kau saat aku terkurung sepi, menabung mimpi
Sendiri?
Kemana kau saat aku membungkam fakta,
Membalikkan rasa sakit hati?
Dimana cerahnya kolaborasi memori itu?
Fatamorgana adanya
Ribuan detik itu, tak tersisa ataupun mengendap
Menyimpan tanda tanya raksasa
Memayungi berbagai curiga

Awan kelabu menjadi saksi seorang
Sepasang remaja menenun kisah
Bak laba-laba memintal benang, tak sekejap
Kokoh terlihat namun rapuh
Tapi apa? Ketika makhluk-Nya yang lain berantagonis
Meremukkan dengan angkuh, cukup sekejap
Itulah kita
Yang kini terpisahkan jurang tak berdasar
Berkawan  dengan kesendirian
Berlawan dengan pertemuan

Tangisanku bukan berarti duka
Bukan berarti luka
Ketegaranku bukan berarti tak goyah
Bukan berarti tak merasa
Keteguhan sikapku bukan berarti acuh
Bukan berarti tak memahami
Kepalaku yang tak berpaling bukan berarti berhenti peduli
Bukan berarti berhenti memperhatikan
Diamku bukan berarti tak tahu
Bukan berarti tak mau tahu

Aku masih mengais kerendahan hatimu
Di antara jarum yang tak absen menggores
Di antara senyum yang tak lagi ramah
Di antara untaian kata yang tak lagi denotatif

Pemberianmu masih terjaga dengan baik
Menyimbolkan keakraban kita
Walau kini tak lagi erat


Terimakasih untuk semuanya
Tertanda, perempuan yang masih dan selalu kuat

9/16/2012

It's Realll


nothing





"Kamu nggak sembunyi di balik pucatnya bulan kan?"

"Kamu, juga nggak lagi menutup tirai ruangan pribadimu kan?"

"Apa kamu memetik setangkai mawar itu dengan ceroboh? Sehingga jemarimu sempat terluka."

"Apa yang kamu khawatirkan dari isak tangis seorang gadis yang terabaikan?"

"Sejak kapan batinmu mengeras dan tidak segera berganti kulit?"

"Aku ingin tau, apakah lembaran hitam itu masih tersimpan rapi di loker-loker otakmu?"

"Selesaikan rajutan itu! Lakukan dengan hati-hati!"

"Pandanglah selembar kertas putih itu! Tulislah dengan batang kayu berkarbon, lalu hapuslah! Apa keadaannya sama seperti semula? TIDAK KAN? Tetap ada noda di sana-sini."

"Kamu menutup telingamu dengan apa? Bahan kedap suara yang kualitasnya numero uno dan tidak pantas diragukan?"

.....................


Tumblr_maed84tarp1qitvdso1_500_large

9/08/2012

(Katanya sih) Ini Award Game

Aku nggak mau bilang kalo aku nggak dong soal ini. Ntar aku keliatan lholhok banget. Jadi gini, aku ditag sama Uuk buat nglanjutin permainan ini. Mungkin kamu udah pernah dapet yang semacam ini. Tapi ntar nggak papa dong kalo aku ngetag kamu (?) Kalo nanti pertanyaanku aneh-aneh dan susah dipikir pake logika, mohon maaf ya. Kalo kata-kataku disini ada yang kurang enak di kamu, aku juga minta maaf ya :) Maaf juga kalo openingnya kepanjangan hehehe. Mulai yaaaaa :D

Peraturannya:
  • Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal tentang dirinya sendiri. 
  • Jawab pertanyaan dari orang yang ngetag kamu
  • Bikin 11 pertanyaan baru buat orang yang bakal kamu tag ~> ga usah yaa :}
  • Tentuin 11 orang untuk dapet award ini dan link-kan mereka ke postmu ~> idem :]
  • Pergi ke halaman blog mereka terus ngasih tau kalo mereka dapet award ini
  • Nggak bisa ngetag balik ;)
11 hal tentang aku:
NyebaiMoodyItemPendekKalemImutJahatBerisik(nggak)MendesHomoHumoris

11 pertanyaan dari Uuk dan jawabannya:
     1. Apa warna kesukaanmu? Alasannya?
         Biru. Menenangkan
     2. Apa hal teraneh atau terekstrem yang pengen kamu lakuin?
         Apa ya? Akur sama kecoa mungkin. Hm, ya nggaklah.
         Aku pengen ketemu Risa Sarasvati, terus cerita-cerita soal indigonya.
     3. Cinta itu butuh alasan nggak sih? Kenapa?
         Menurutku, enggak. Karena perasaan itu sulit dideskripsikan.
         Nggak ada kata-kata yang sebanding sama indahnya rasa cinta kan *tsaaah*
     4. Arti sahabat buat kamu apa?
         Keluarga.
     5. Kalo kamu dikasih 3 permintaan yang bakal dikabulin, apa yang bakal kamu minta?
         Pertama: Minta semua orang di dunia ini bisa bahagia dengan caranya sendiri.
         Kedua: Minta selalu diberi sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan
         Ketiga: Minta 1000 permintaan :)
     6. Siapa orang yang paling spesial di hidupmu? Alasannya?
         Ibu. Kalo nggak ada Ibu, lo nggak bisa lihat dunia ini bro!
     7. Lagu atau band favoritmu apa?
         Mau tau banget ya? :)
     8. Harapan terbesar dalam hidupmu?
         Bisa bikin bapak sama ibu naik haji bareng pake uang hasil kerja kerasku.
     9. Pilih mana, dicintai atau mencintai? Harus pilih salah satu ya! Alasannya?
         Mencintai. Ketika cinta tidak menuntut alasan, kamu kudu piye?
    10. Motto hidup kamu apa?
         Kadang-kadang Royco, tapi seringnya sih nggak pake biar sehat.
    11. Menurutmu kenangan itu harus dilupain atau nggak? Kasih alasan ya!
         Enggak. Biar bisa diceritain ke anak cucu :3

7/18/2012

Lagi-lagi Berbeda

Makasih ya buat penjelasan panjang lebarmu kemaren minggu jam 17.37. Makasih buat ".....Maaf ya mit, aku nggak maksud gitu kok.", "Hoo kamu gitu to.", "Mit aku mau ngasih sesuatu, kamu bisanya kapan ?", sama "Yadeh :D"

Makasih udah memperbaiki sesuatu yang menurutku susah diperbaiki. Makasih udah ngasih tanggapan yang bikin positive thinking. Hahaha udah sih ya gitu aja -_-v

MOP Udah Selesai

3 hari ini kegiatan berjalan lancar dan nyenengke haha.
3 hari ini kami tld 15 nggak ngerasa ribet.
3 hari ini kami dikasih tau kalo di Teladan nggak ada sistem senioritas. Mbak-mbak dan mas-masnya pada baik, ramah.
3 hari ini kekeluargaan yang unyu udah mulai kebentuk, gayenglah, kompaklah, dan sebangsanya itu.
3 hari ini kami banyaaaak dapet pengalaman. Terimakasih banyak kakak-kakak Teladan 13, 14, temen-temen Teladan 15, juga bapak dan ibu guru :))))

7/13/2012

Mereka Kembali Pulang, Horeeeee...

UAAAAA... Pagi tadi seneng banget dikabari sama kak Memed kalo Garuda juara 1 LT V 2012. Terserah deh ini mau dianggap alay atau semacamnya, tapi namanya juga seneng banget...mau dibilang apa juga tetep luweh hahaha (:} setengah nggak nyangka ya, anak-anak seperti itu bisa memukau juga *-*


Rasanya pengen kesana deh tadi tuh. Biasanya kalo habis pengumuman kan Garuda Beringin nge-yel. Ah kangen :") udah nggak bisa kaya gitu lagi. Terakhir ya pas LT IV kemaren huhuhu. Hiksss.


Selamat selamat selamat selamat selamat selamat selamat buat GARUDA :)) *emot peluk*
kalian memang sembada, kalian memang para lelaki yang mempesona #eh


CEPET BALIK KE JOGJA ya, DA. Tapi jangan besok pagi-pagi deh T-T siangan aja, biar kami para perempuan (BERINGIN) yang akan pra-mos bisa bersua lagi dengan kalian #alaydikit


Ini anak-anak Garuda dari kiri ke kanan: Kengy, Lathif, Indra, Bagus, Ghozy, Roy, Afy, Achid. Kami bangga banget sama kalian. Terima kasih sudah kembali mengharumkan nama GABER 03061-03062 SMPN 1 Yogyakarta :)))



7/09/2012

H min berapa?

Pernah nggak sih kamu kepikiran gimana kalo kamu udah nggak bisa hidup di dunia ini?
Pernah nggak sih kamu kepikiran gimana nanti kamu bakal dikenang?
Pernah nggak sih kamu kepikiran kalo kamu meninggal, siapa aja yang peduli dan siapa aja yang bakal sedih?

Aku sih...jujur ya, pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering melintas. Gak cuma pas aku sedih (kapan coba aku sedih?) tapi pas aku seneng banget tetep ada.
Dulu waktu frekuensi mimisanku meningkat drastis, aku malah sempet mikir apa ini gejala leukimia? Kalo iya, pengobatannya gimana? Pasti ribet, belum karuan sembuh. Yaudah pasrah aja blablabla. Hahaha alay yah -_-
Dulu pas malem-malem juga pernah ngalamin sesuatu, nggak tau itu mimpi apa bukan. Rasanya tuh aku lagi ada di hutan terus didatengin sama makhluk apaan nggak jelas. Habis itu aku mau dibunuh. Sampe sini doang terus aku sadar, tau-tau udah keringeten sama nafas sesek padahal aku nggak asma. Terus aku cepet-cepet sholat isya (ini belum malem banget hlo), alhamdulillah udah kembali tenang. Lagi-lagi alay -_-
Terus belakangan ini aku mulai kepikiran gimana ya bentuk paru-paruku? Apa masih sama kaya orang lain yang sehat 100%? Aku tau pasti punyaku udah rusak. Bayangin aja, tiap hari menghirup nikotin, tar, dan racikan yang lainnya itu. Aku tau seharusnya dari dulu harus punya keyakinan buat menjaga jarak. Tapi ya gimana lagi, udah deket banget sama bapak. Kalo mau menghindar terus rasanya nggak tega. Dulu sih aku nggak ada keluhan sama sekali, tapi sekarang udah mulai batuk-batuk, sama dada rasanya perih. Aku kenapaaaaaaa?! Щ(ºДºщ) Oke, secara nggak langsung ke-alay-anku udah meningkat.
Gimana kalo aku 'dipanggil'? Berulangkali udah dikasih pelajaran buat mempersiapkan diri kapan pun Allah menghendaki, tapi kok ya tetep belum bisa memenuhi semuanya. Jyaaaaan -_-

"Aku penasaran gimana nanti aku akan dikenang?" seperti di film SKUT dengan edit sana-sini karena aku nggak tau persisnya kaya gimana ._.v pertanyaan ini biasanya muncul pas aku lagi sendiri, kepikiran sesuatu yang menguras emosi, dalam arti kesedihan (copas dari paragraf atas: kapan coba aku sedih?). Aku punya apa buat dikenang? *mimbik-mimbik* aku nggak punya apa-apa, teman :( Pokoknya, yaaaah aku cuma pengen bilang #BahagiaItuSederhana deh kalo selalu diingat sama orang-orang yang sayang kita, dengan alasan apapun, perantara apapun, dan tujuan apapun.

Kalo bicara soal "siapa aja?" hm, entahlah. Aku belum mau tau, tapi aku udah terlanjur berharap semoga keluargaku, teman-teman dekat ataupun jauhku, sama semuanya yang deket sama rumahku peduli. Aku pengen mereka menghargai aku gitulah. Bukannya aku pengen cepet-cepet pergi -_- cuma sekedar berharap. Gak salah kan? ;)
Aku pengennya mereka semua peduli tok, aku nggak pengen mereka sedih.
Gimana denganmu teman? Apa kamu juga bakal berbela sungkawa suatu hari nanti? Jika iya, terima kasih banyak ya J

"Saat kau lahir, kau menangis dan orang-orang di sekitarmu tersenyum. Jalani hidupmu dengan baik karena Allah Ta'Ala. Maka saat kau mati, orang-orang di sekitarmu menangis dan kau tersenyum." - Anonim

7/07/2012

Segenggam Doa

Gemerincing lonceng memecah hening
Anggun melenggang di sudut ruang
Butiran hujan mengusap debu
Emosiku mengombak kalut
Rajutan kasih jua asa terlilit lembut

Simpulkan senyum di parasmu
Acuhkan rantai abjad yang menjerat
Tampilkan keharuan di jiwamu
Robohkan tonggak ketinggian hati
Isyarat terlengkapi sudah
Asal nihil cercaan pahit

Sandiwara ini memang bertakdir
Ingin, Tuhan membela kita
Apapun itu...
Garuda-Beringin bersanding selalu
Amiin, kemarin...esok...dan seterusnya

Waktu berganti begitu cepat

Malam nanti...setahunnya kita berbicara. Semua masih baik-baik saja sampai hari ini. Aku tidak memaksa dan aku tidak mau dipaksa. Aku senang tali di antara kita tidak putus, bahkan tidak mengendur. Aku senang ada di posisi ini, cukup melihatmu dari kejauhan tanpa harus mendekat. Aku senang, kami perempuan juga tidak mempermasalahkannya. Aku berterima kasih banyak padamu, juga pada dia. Entah berapa pelajaran yang aku dapat dari kalian...yang jelas tidak sedikit. Terima kasih teman-temanku  J  ƪ(ˆ⌣ˆ‎​

Siapa yang meminta?

"Kok belum pulang?" dan "Iya nggak papa. Makasih ya" terdengar berbeda jika kamu yang mengucapkan... J

Tolong Sadar, aku senang kamu mengingatnya

Entah sudah berapa ratus kali siang berganti malam, begitu pula sebaliknya. Aku yang bersangkutan justru tidak bersikeras membuka kembali. Tapi, malam itulah yang membisikkan padaku -potongan kata dari kisah 24 jam tempo itu-. Malam itulah yang seakan memutar rekaman film saat aku terombang-ambing. Seratus delapan puluh derajat kamu berbeda. Kamu mengingatnya, kamu tidak membereskannya, katamu. Terima kasih pun tidak mencukupi. Aku menunggumu menceritakan apa yang tidak sengaja aku lupakan, 192 berikutnya mungkin.

'Perpisahan'

Ini membahas soal keberangkatan tim LT V kontingen Yogyakarta, Garuda dan Teratai Biru. Mereka berangkat dari SMPN 1 Yk kemarin kamis sekitar jam 16.30. Sebelum bis datang, kami mengadakan upacara pelepasan Regu Garuda dari sekolah yang dihadiri CCDP, DP, purna DP, hingga alumni-alumni yang sekarang udah pada kuliah. Kompak kaaaaaan? :3


Habis upacara...kak Memed me-realisasi-kan rencananya. Oke, bisa dibilang ini moment terbaik sebelum keberangkatan Garuda *tsaaah*. Jadi, waktu itu Garuda sama Beringin LT baris hadep-hadepan, jaraknya sih cukup jauh. Tapi sama kak Memed langsung disuruh sama-sama maju 1 langkah. Bisa dibayangkan? Undescribable. Nano-nano deh pokoknya. Ini bukan gara-gara aku ada sesuatu sama salah satu anak Garuda hlo, tapi disini posisiku jadi Beringin. Biasanya kan jadi tempat mencoknya Garuda, tapi sekarang? Hm...mungkin saatnya Garuda melanjutkan perjalanan terbangnya tanpa hinggap dimanapun :') ini jadi salah satu bukti bahwa BERINGIN SELALU SAYANG GARUDA. *nggak santai dikit*
Perasaan pribadi sih...seneng bisa memberi 'amanah' buat Garuda, tapi sedih juga(mungkin yang lainnya juga ngerasain ini) nggak bisa nemenin ke Cibubur.... Aaaa bakal kangen sama Kengy, Achid, Roy, Ghozy, Indra, Afy, Bagus, Lathif deh T^T pulang bawa 'oleh-oleh' yaaaaa :B {{}} *sekedar emot peluk* Dadaaah, Da!


Sekarang udah tanggal 7. Saatnya mereka berlaga di lapangan. Kami yang disini cuma bisa mendoakan yang terbaik, harumkan nama Yogyakarta teman-teman o:) selamat berjuang Garuda! Selamat berjuang Teratai Biru!

6/19/2012

Yang Tersimpan dari Seorang Teman

Telah ku temukan sebuah tempat untuk kapal kecilku berlabuh.
Menjatuhkan jangkarnya dan berharap tak akan menariknya kembali.
Tempat ini begitu indah.
Meski tak terlihat oleh mata, tapi begitu nyata.
Bermil-mil jalan telah ku tempuh.
Tapi kenapa semakin jauh semakin berkabut?
Malah terasa seperti tak berujung.
Aku tahu kau menungguku di ujung sana.
Namun, ku rasa kaulah yang menciptakan jalan ilusi ini.

Aku mencintaimu. Titik.
Bukan tanda tanya.
Semoga saja...

Lebih baik kau acuhkanku daripada kau bohongiku!
Kau berikan senyummu padaku.
Kasihmu
rindumu
tawamu
tangismu
dan seluruhnya untukku.
Hanya satu hal yang kau simpan rapat-rapat dariku.
Aku pikir kau akan memberikannya padaku.
Tapi kini, dengan mudah kau berikan padanya.
Hal itu adalah hatimu.

Bagai purnama di kala langit berawan.
Terkadang terang, tak jarang redup.
Seperti itulah hatiku padamu.
Tak kurang,
tak lebih.

6/17/2012

Harus Diingat

Statusku sekarang emang udah bukan jadi siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta, tapi frekuensiku ke sekolah bisa dibilang terlalu sering. Minggu kemaren udah 6 kali, dan mungkin minggu ini juga bakal segitu ._. Sekedar main atau kalo nggak ya nemenin Garuda latihan LT 5. Setia kaaaaan? :)) Iya dong, jelas! Hehehe. Rasanya juga kaya ada yang hilang gitu kalo belum ketemu sama temen-temen seperjuanganku, mereka kocak, koplak, seru banged, dan semacamnya. Kalo udah ngumpul lalu cerita-cerita, kita tuh gampaaaaang banget ngakak cuma gara-gara hal sepele. Mereka tuh yaaa TekSaTekPit, Vina, Uuk, There, Ima, Amita, juga tuyung ;;) gadis-gadis yang sangat hebat. Aku bakal kangen juga sama anak-anak GABER 10/11 + ZHENNETY 012 :')














6/16/2012

W.Y.A.T.B

HAPPY BIRTHDAY TO YOU~ HAPPY BIRTHDAY TO YOU~ HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY~ HAPPY BIRTHDAY TO YOU~ ~


SELAMAT ULANGTAHUN RINUS KINAN YANG KE 21 JJ
SEMUA DOA YANG BAIK-BAIK DARI KAMI SUDAH DIPANJATKAN. SEMOGA SEMUA BISA TERKABULKAN. TAMBAH TUA TAMBAH WANGUN + TAMBAH DEWASA YO MAS BRO JJJ AMIIN... C

6/15/2012

Satu Dua-Enam

"Dia jahat mit. Jahat sumpah. Ya oke sekarang kamu bilang udah enggak, dan udah biasa aja. Tapi dia di momen ini bener-bener jadi PHP mit" | "Hah? Iya po mit? Kok aku nggak menangkap sebagai harapan palsu ya?" | "Emosimu yang belum netral. Mungkin kamu masih ada di atas sana tuh" --

"Kalo dalam waktu dekat ini dia bilang suka ke kamu gimana mit?" | "Dia siapa ma?" | "Ya itu..." | "Gak tau, mungkin bakal bilang alhamdulillah, tapi sayangnya dia nggak ngomong. Yaaaah...biarin apa adanya dulu aja ;) | "Okelah, tapi kodenya udah mulai kelihatan hlo" --

"Mit, tau nggak sih kamu? Sadar nggak sih? Tadi pas kita ngomongin si itu, dia selalu aja ngalihin perhatian" | "Enggak. Emang ada apa e?" | "Ya kita sih berpendapat...kemungkinan besar kalian sama mit" | "Gak deh mit, ma. Terlalu serrrrr" | "Loh ya siapa tau bakal kejadian" | "....." | "Oh ya terus to yang paling tak inget tuh waktu siang itu. Dia melipir mit. Kaya ada sesuatu gitu. Padahal ya di situ aja juga aman kok. Ini pasti bakal ada apa-apanya" | "......Wah kalo itu aku juga lihat ma. Bingung hahahaha. Tapi ya, mungkin ada sesuatu yang aku juga nggak tau. Dibiarin ngalir wae yaaah ;D" ------------- sooo unpredictable.

6/06/2012

Tanpa Nama

Ingat nggak kamu saat siang itu?
Dimana aku, dan dua orang sahabatku rela membuka kran untukmu. Untuk kamu, seseorang yang aku pun tidak tahu apa istimewanya.


Ingat nggak kamu saat pagi itu?
Dimana kamu mengajakku menjelaskan semuanya pada salah seorang teman baikmu, tentang hubungan kita.
Dimana aku langsung menyanggupinya.


Ingat nggak kamu saat malam itu?
Dimana kamu mengajukan satu pertanyaan, dan aku menjawabnya dengan sangat-sangat jujur. Iya, semua itu memang tanpa alasan.


Ingat nggak kamu saat malam itu juga?
Dimana aku menanyakan hal yang sama kepadamu, dan kamu menjawabnya dengan aku tidak tahu apakah itu jujur atau tidak. Kamu menjelaskan semuanya, bahwa ini hanya salah paham semata. Kamu menjelaskan kalau aku yang salah mengartikan. Oke, aku minta maaf.


Ingat nggak kamu, semalaman itu untuk pertama kalinya aku berhasil dipecah-belahkan? Pertama kalinya aku tidak menggubris bujukan bapak dan ibuk untuk keluar kamar. Pertama kalinya aku berteriak dalam sekapan bantal, dalam tangisan yang benar-benar mengalir, deras pula.


Ingat nggak kamu saat itu juga kamu bertanya padaku apa aku menangis? Kamu membujukku berhenti menangis. Kamu bilang kamu yang salah. Aku tidak bisa berhenti. KAMU NGGAK TAHU RASANYA!!!


Sadar nggak kamu keesokan harinya aku menunggumu datang?
Untuk sekedar meminta maaf juga nggak apa-apa. Tapi apa kamu datang? Tidak. Aku sama sekali tidak melihatmu.


Ingat nggak kamu, siang itu perasaanku benar-benar nggak karuan?
Aku marah dengan sikapmu yang seolah semuanya baik-baik saja. Lalu, saat aku berjalan ke lorong itu, rupanya kamu mengikutiku. Aku sadar. Langkah kakimu terdengar. Kamu memanggil namaku beberapa kali, tapi aku tidak menengok. Aku menangis (lagi). Apalagi saat aku berbalik arah dan melihatmu. Aku kecewa sekali. Kamu jahat bung! Untuk kedua kalinya, KAMU NGGAK TAHU RASANYA!!!


Ingat nggak kamu saat kamu menurunkan bendera?
Dimana aku tetap berdiri di samping pohon itu. Aku terus memukulnya dengan keras. Sial, tangisanku belum berhenti.


Ingat nggak kamu saat kita dan teman-teman yang lain sholat ashar berjamaah di mushola?
Di tempat wudhu aku menangis lagi, semakin menjijikkan saja! Tapi saat kamu mulai terlihat, aku menghapus semuanya. Asal kamu tahu, disitu aku berharap kamu meminta maaf (lagi). Aku nggak suka kamu peduli terhadapku, hanya di depan teman-teman. Apa itu namanya?!


Tahu nggak kamu saat selesai sholat?
Aku mundur ke saf belakang paling pojok. Aku cerita sama Allah. Aku tidak mencari perhatianmu dengan isakanku! Entah kenapa aku berharap lagi. Agar kamu keluar paling akhir, dan menemaniku disini. Dan menyelesaikan semuanya. Tapi ternyata itu sia-sia. Kecewa dengan harapan sendiri. Ah menyebalkan! Kamu tidak menghampiriku. Di mana sih hatimu?


Ingat nggak kamu saat aku sampai di lapangan?
Kamu meminta maaf lagi. Tapi kamu tidak sendiri. Sebenarnya itulah yang membuatku semakin marah denganmu. Kamu pengecut! Aku tidak mau dan aku tidak percaya kalau maafmu itu benar-benar keinginan hatimu. Sudah puaskah berhasil bikin aku hancur berkeping-keping? Apa tujuanmu siang itu memberi jawaban palsu? Apa maksudmu bersenang-senang dengan teman-teman saat disitu juga ada aku? Apa rencanamu setelah ini?!


"Jika ku bukan orangnya jangan beri aku harapan itu, yang ku mau. Jika ku bukan orangnya jangan pernah katakan sayang dan cinta" - Ten2Five


Semenjak hari itu, sampai sekarang... Tidak ada lagi kamu yang dulu aku kenal. Apa aku bisa dengan mudah melupakan semuanya dan kembali menganggap tidak ada apa-apa di antara kita?


Entah aku yang terlalu bodoh, atau kamu yang terlalu tidak mementingkan perasaan. Ternyata rasa itu tidak pernah mempunyai nama.


Semakin hari kamu semakin tidak menunjukkan aksi dari kata-kata maafmu. Sampai saat ini pun kamu melihatku mungkin hanya sewaktu kamu butuh aku. Terima kasih untuk semuanya. Kamu mengajariku semua macam emosi. Dan seandainya kamu tahu...aku tidak akan melupakan 3 hari itu *senyum*

6/04/2012

Hari yang Tidak Tersimbolkan

Satu hari kemarin cukup abstrak. Bukan tentang apa yang aku lakuin, tapi tentang gimana sih perasaanku.

Dimulai dari pagi-pagi jam 9 aku diampiri Gilang. Kami sepedaan berdua menuju Ambarbinangun, dengan niat menyemangati Garuda. Di sepanjang perjalanan kami cerita-cerita gitu. Dan sampai pula pada suatu hal yang...aduh kenapa harus gini? ........... Ternyata Gilang sama resahnya kaya aku. Kami juga sama-sama nggak ngira. Sampe-sampe aku bilang "kenapa nggak diulangi aja ya?" Topik pembicaraan kami pun mayoritas itu. Yah, lumrah.

Aku sama Gilang sampe Ambarbinangun jam 10. Masih sepi. Cuma kami berdua. Jadi kaya anak ilang. Celingak-celinguk hahaha tapi nggak juga ding, kami terus duduk di samping lapangan biar bisa lihat Garuda langsung. Kami seneng banget lihat mereka masih semangat. Tapi ada satu pertanyaan untuk itu, yang ternyata jawabanku sama Gilang salah. Keslamur.

Beberapa menit kemudian datanglah Renny dan Alfian. Lalu duduk di sebelah kami. Obrolan ngalor-ngidul pun juga telah tercipta *tsaah*. Di tengah-tengah perbincangan kami yang cukup seru, Bunga sms aku "mbak aku gak tau jalan" wkwkwkwk aku malah ngetawain Bunga, padahal aku kalo nggak barengan Gilang juga nggak bakal nyampe sini dalam waktu 15 menitan -_- aku mbales dan ngasih rute sesuai dengan apa yang diomongin Gilang, dan dia mengambil tindakan untuk menjemput Bunga. Waaaaah Gilang superrrrr \y/. Eh tapi ternyata Gilang nggak kepethukan sama Bunga. Jadi...Bunga sampe duluan. Nah terus aku sama yang lainnya spontan ngejek "mau dateng buat siapa? Sanah diparkirin dulu sepedanya. Disitu tuuuuuh" sambil nunjuk arah utara. Sebenernya cuma jadi kode, soalnya disana ada si 07 hehehe. Sayang yah... Bunga nggak kesana. Dia sih sok malu-malu kucing gitu deeeh hahaha.

Waktu Garuda mulai jalan ke tempat kami duduk buat naruh barang-barang...... Ah ya begitulah :') Ehm, skip aja ya ;)

Nah, ini nih yang paling konyol. Pas kita bertiga mau balik ke sekolah dan baru sampe pertigaan deket situ, Bunga ngomong "mbak, kok gak ada yang nyusul kita ya?" aku jawab, "siapa emang?? Oh yaya aku tau. Kita? Nggak deh, kamu aja :p" nggak lama kemudian, harapannya Bunga terkabul. Duileeee dikejar si abang G :3 hahaha yang bikin geli tuh aku, Gilang, Bunga ketinggalan. Malah jadi mereka yang di depan. Mau ngejar juga syusaaaah hla ngebut banget kaya gitu. Kami nggak cuma ketinggalan ding, salah belokan pula. Wah isin.

Di jalan, aku sama Bunga diajari 'teknik menghemat waktu dengan bersepeda di area yang macet' sama Gilang. Asik lho, banget malah. Nah pas sampe di sekolah, ternyata Renny sama Alfian udah sampe sedari lama. Ya iyalah, naik motor juga -,- oh Roy yang naik mobil juga sudah sampe barengan Renny Alfian. Disini aku nggak dong apa-apa soalnya ketinggalan obrolan. Yasudah tak apa. Kami ber-enam langsung cus ke Ulu Bundar. Untuk mengisi perut. Pas makan, aku iseng ngomong "kalo kita disusul gimana bang?" dia jawab "wah mbak, harusnya aku yang bilang biar kejadian lagi kaya tadi. Hahaha. Kami pulang kalo gak salah jam 2an. Pokoknya habis sholat dzuhur.

Terima kasih Gilang, Bunga, Roy, Renny, Alfian :)

Setengah hari sudah diisi sama seneng, ngakak, sedih, campur jadi satu. Tapi pas malemnya...aduh kenapa jadi khawatir lagi gini. Dan khusus malam tadi twitter jadi tempat yang tidak membuat nyaman. Apalagi dengan ke-pending-an sms 3 halamanku buat salah satu teman. Ah nyebai. Aku sih langsung cerita ke tuyung sama Roy. Mereka berhasil bikin aku kembali positive thinking dan percaya. Alhamdulillah ya masih punya temen-temen yang dengan gampang bikin tenang. Seneng deh. Hehehe.

Oh iya makasih juga buat salah satu temenku itu yang udah pernah bikin aku jadi Penerima Harapan Palsu. Waktu itu aku yang bodo, aku juga yang salah. Tapi jadi PHP juga bukan mauku hlo. Itu gara-gara sikapmu ke aku. Nah!. Sekarang aku cuma bisa berdoa aja semoga kamu bisa dapet seseorang yang terbaik, siapapun itu. "Aku seneng asal kamu seneng" berlaku buat situasi ini. Terima kasih ya buat semuamuanya. Aku selalu sayang kamu J

6/02/2012

There Must be a Lesson

Hari ini pengumuman nilai ujian nasional. Deg-degan sih pasti ya. Tapi secara pribadi alhamdulillah nilaiku sudah sebanding dengan jatuh bangunnya selama ini. Jujur, aku seneng banget. Bisa bikin bapak ibuk bangga. Cita-cita masuk Teladan juga nggak seburem yang dibayangkan. Tapi, nilai segitu juga nggak menjamin bahagia luar dan dalam. Ada yang bikin ngganjel dan itu pasti. Kenapa? Macem-macem alesannya.


Hmm, aku sama tuyung ngerasain sesuatu yang berbeda. Diantara seneng soalnya kita punya kesempatan buat sesekolah lagi dan kembali menjadi duo tuyung, juga sedih soalnya....yaaaah seharusnya-kamu-sudah-bisa-tau-itu-apa :') Aku sempet mbatin "serasa nggak adil yah. Terlalu random". Tuyung lebih dari sekedar "huaaaa aku gak bisa sering ketemu lagi". Aku tau dia lebih dari hebat. Tapi ya kembali lagi sih, sehebat-hebatnya seorang cewek, mesti ada sisi yang bisa bikin dia lemah (banget). Oke ya, intinya kita berdua masih resah-gelisah dan apalah itu teman-temannya.

Waktu aku dan teman-teman di dalem gor, tepatnya di sebelah selatan. Kak memed ngasih tau beberapa hal. Nah kami langsung ngluntruk gitu. Ini bener-bener ah unspeakable. "Harus menguatkan ya" itu terdengar seperti apa kalau dikatakan pas detik-detik menjelang pengumuman? Pasti ada sesuatu yang 'meleset' bukan? Aku bilang "iya". Beberapa anak ya ngerasa 'kenapa harus gini?' dan aku termasuk dalam beberapa anak itu. Ini jadi semacam beban tersendiri yang menutupi rasa senang. Dan lebih menyakitkan ketimbang kamu sedih gara-gara masalah A, lalu datang masalah B yang lebih rumit. Ini antara pengen hajarrr sekolah lanjutan dan bangga sama hasil yang didapet, sama kalo aku disitu gimana? Aku pengen sama temen-temen, aku juga nggak mau pisah sama dia, dan semacamnya. Salah satu dari kami malah ada yang bilang "aku tuh nggak pantes dapet nilai segitu, aku terkesan ngambil haknya temen-temen yang lebih pinter mit."

*-----------skip-----------*

Sempet mengungkapkan lewat twitter walaupun yang nyambung cuma dikitt. Lalu direspon sama uuk. Dia tanya aku kenapa? Kaya ada sesuatu yang ngganjel. Aku cerita sama dia. Udah mbrambangi sih waktu ngetiknya. Terus pas mencet tombol kirim langsung tessss. Yah bantalku basah deh :'( "mau gimanapun kik,..............." baru baca kalimat pertamanya aja udah blawur gini. Ternyata aku sudah mbrebes mili. Apalagi lihat emot akhirnya ":))" waaa semakin deras. Kadang kala uuk bikin jengkel seperti saat ini. Aku nangis kan di kamar. Tutupan guling. Lalu bapak masuk kamar. Tanya aku kenapa, tapi tak jawabnya lewat gedekan. Dari dulu kalo nangis bukan gara-gara dimarahin tuh pasti malu. Sudah besar kok masih nangis :') Waktu aku keluar kamar aku sempet ngobrol sama bapak, "Pak, kok ndadak ngene iki toh? Membuat kagol sekali e." 'lha iyo arep piye meneh. Wis jalane nduk. Wis ora iso diubah. Gusti Allah meridhoine ya memang seperti itu."

Kalo kamu di posisi yang persis plek seperti ini...mungkin kamu bakal langsung tau rasanya :') berpisah karena keadaan lebih sulit diterima daripada karena kesepakatan.