7/07/2012

Tolong Sadar, aku senang kamu mengingatnya

Entah sudah berapa ratus kali siang berganti malam, begitu pula sebaliknya. Aku yang bersangkutan justru tidak bersikeras membuka kembali. Tapi, malam itulah yang membisikkan padaku -potongan kata dari kisah 24 jam tempo itu-. Malam itulah yang seakan memutar rekaman film saat aku terombang-ambing. Seratus delapan puluh derajat kamu berbeda. Kamu mengingatnya, kamu tidak membereskannya, katamu. Terima kasih pun tidak mencukupi. Aku menunggumu menceritakan apa yang tidak sengaja aku lupakan, 192 berikutnya mungkin.

No comments:

Post a Comment