Tidak melulu sebagai simbol kebahagiaan. Jangan biasa mengartikan senyuman seperti itu karena kalau terbiasa, kamu tidak akan mudah biasa dengan yang tidak biasa.
Aku memilih tersenyum, meskipun ada yang menangis.
Bukannya egois, tetapi bagaimana kita bisa menguatkan orang lain kalau kita sendiri tidak kuat?
Ibarat sihir, senyum adalah mantra yang paling ajaib. Walaupun ramuannya sederhana, tapi efeknya bisa luar biasa untuk kita sendiri ataupun orang-orang di sekitar.
Jangan tersenyum karena terpaksa.
Jangan mencampur-adukkan senyum dan tangis ketika kamu benar-benar merasa sakit. Jangan!
Selesaikan tangisanmu dulu dan segeralah tersenyum. Itu akan membuatmu merasa lebih baik.
Jangan terbiasa membuat senyum palsu karena itu akan menyakiti dirimu sendiri. Belajarlah dari anak kecil, keikhlasannya untuk bahagia harus kita contoh lagi. Kembalilah menjadi anak-anak agar kamu bisa bebas bahagia tanpa dikurung kesedihan. Kembalilah menjadi dewasa ketika kamu sudah mengerti bahwa ketika kamu bahagia, kamu harus terlihat seperti mereka (lagi).

No comments:
Post a Comment