Tapi aku, masih duduk manis, mungkin bangkuku terasa sangat nyaman untuk diduduki, sehingga aku tak ada niatan untuk berpindah. Pemandangan di depanku bukan sekedar roll film yang diputar, dimainkan. Tetapi ini scene dari Tuhan. Aku masih menjadi penonton, yang juga belum lelah menunggu giliranku main.
Hingga pada suatu saat nanti, aku ingin ber-lawan-main denganmu. Terserah Tuhan endingnya bagaimana, tapi sejujurnya ketika kamu ada disini, semuanya selalu terlihat baik-baik saja. Walaupun yang di dalam sini tidak henti berkamuflase.
Miss you, Hero. :)
No comments:
Post a Comment