Telah ku temukan sebuah tempat untuk kapal kecilku berlabuh.
Menjatuhkan jangkarnya dan berharap tak akan menariknya kembali.
Tempat ini begitu indah.
Meski tak terlihat oleh mata, tapi begitu nyata.
Bermil-mil jalan telah ku tempuh.
Tapi kenapa semakin jauh semakin berkabut?
Malah terasa seperti tak berujung.
Aku tahu kau menungguku di ujung sana.
Namun, ku rasa kaulah yang menciptakan jalan ilusi ini.
Aku mencintaimu. Titik.
Bukan tanda tanya.
Semoga saja...
Lebih baik kau acuhkanku daripada kau bohongiku!
Kau berikan senyummu padaku.
Kasihmu
rindumu
tawamu
tangismu
dan seluruhnya untukku.
Hanya satu hal yang kau simpan rapat-rapat dariku.
Aku pikir kau akan memberikannya padaku.
Tapi kini, dengan mudah kau berikan padanya.
Hal itu adalah hatimu.
Bagai purnama di kala langit berawan.
Terkadang terang, tak jarang redup.
Seperti itulah hatiku padamu.
Tak kurang,
tak lebih.



